Mengembalikan Kepercayaan Klien Melalui SEO Yang Terukur

Banyak negara berkembang di kawasan Pasifik dapat benar-benar belajar banyak dan mengamati bagaimana Indonesia mengembangkan sektor-sektor barunya, selain dari pertanian dan kelautan, untuk menjadi modern secara ekonomi dan dinamis, kata Pato. Menteri juga memuji upaya Indonesia untuk lebih terlibat dalam kerja sama dengan negara-negara Pasifik Selatan, yang memiliki potensi besar di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi.

Negara-negara itu melihat peluang besar untuk kerja sama dengan Indonesia, yang memiliki beberapa budaya dan ras tetapi masih mempertahankan persatuannya untuk menjadi pemain global, kata Pato. ISPF adalah forum bagi pejabat pemerintah dan pengusaha dari 14 negara di kawasan Pasifik Selatan untuk memperkuat kerja sama mereka. Indonesia bersiap untuk menarik lebih banyak wisatawan dari Arab Saudi di Riyadh Travel Fair yang diadakan di Hotel Al Faisaliah, Riyadh, Arab Saudi.

Mengembalikan Kepercayaan Klien Melalui SEO Yang Terukur. Diskusikan bersama staf jasa seo bulanan profesional terbaik organik berkualitas. Deputi Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia sedang berupaya memanfaatkan potensi pasar pariwisata dari Timur Tengah.

Merek pariwisata Indonesia Wonderful Indonesia terus dipromosikan, termasuk di 2019 Riyadh Travel Fair, katanya.

Pameran ini adalah salah satu pameran pariwisata terbesar di Arab Saudi dengan pengunjung diperkirakan 28.000. Acara ini akan melihat partisipasi sekitar 300 peserta pameran dan 50 negara dan akan diselenggarakan selama tiga hari dari 28 hingga 30 Maret 2019. Niscaya mengatakan upaya ini akan menjadi peluang pasar pariwisata yang besar, terutama untuk Arab Saudi karena pertumbuhan pengunjung di Riyadh Travel Fair terus meningkat setiap tahun.

Pada 2017, peserta pameran mencapai lebih dari 250 dengan pengunjung berjumlah lebih dari 30 ribu orang; kami akan memanfaatkan ini dengan baik, sehingga kami dapat berkontribusi pada target 20 juta wisatawan asing tahun ini, katanya.

Angka itu, kata Niscaya, meningkat dari Riyadh Travel Fair 2016 sebelumnya, yang menampilkan 246 peserta pameran dengan 25.724 pengunjung. Selain itu, peningkatan jumlah juga melonjak secara signifikan sebesar 30 persen dibandingkan dengan Riyadh Travel Fair 2015.

Kami menyadari bahwa potensi Riyadh sangat besar. Pertemuan B-to-B dengan para pemain industri pariwisata Riyadh tentu akan dioptimalkan. Informasi juga akan diberikan selengkap mungkin. Paket wisata juga telah dipersiapkan dengan menarik, katanya.

Secara umum, wisatawan Arab Saudi berada pada tingkat kemakmuran ekonomi yang sangat baik. Mengacu pada data dari Badan Moneter Arab Saudi, kemampuan belanja mereka adalah SAR68 miliar.

Statistik Pusat Informasi dan Penelitian Turis mengungkapkan bahwa wisatawan Arab Saudi membelanjakan SAR29 miliar tahun lalu. Angka itu berasal dari empat juta turis Arab Saudi. Sejauh ini, tujuan utama yang mereka sukai adalah Bali dan Jakarta. Destinasi alternatif lainnya adalah Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara, kata Niscaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *